Langsung ke konten utama

Cara Ajaib dengan Masuk Goa Keajaiban Magnet Rezeki

Islam adalah ajaran agama yang penuh keajaiban. Kitabnya ajaib, kisah-kisahnya pun demikian. Lawan dari keajaiban adalah hukum sebab-akibat atau hukum alam (hukum yang berlaku di alam). Ketika Allah Subhanahu wa Ta'ala berkehendak, maka cukup dikatakan: “Kun fayakun”, maka terjadilah!

Islam menjanjikan kekuatan Allah Subhanahu wa Ta'ala yang berlaku di seluruh alam semesta. Ketika kita mendekat kepada-Nya, maka keajaiban pun akan terjadi. Nabi Ibrahim diizinkan Allah untuk mendinginkan api. Nabi Daud, atas izin Allah, bisa membengkokkan besi. Nabi Sulaiman mampu berbicara dengan seluruh makhluk di dunia. Nabi Isa, dengan izin Allah, dapat menghidupkan tanah liat menjadi burung yang terbang.

Nabi Muhammad Saw. memiliki lebih dari 300 mukjizat, di antaranya mengeluarkan susu dari jemari tangan dan membelah bulan. Mukjizat terbesar beliau adalah Al-Qur’an. Maka, Islam adalah agama yang mengajarkan keajaiban, menyampaikan keajaiban, dan meneladani keajaiban.

Ternyata, bukan hanya para nabi yang mendapatkan mukjizat. Para sahabat, para ulama, dan para wali juga diberi keajaiban oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, yang merupakan bentuk pertolongan dari-Nya.

Jika nabinya ajaib, agamanya ajaib, walinya ajaib, ulamanya ajaib — masa kita tidak ajaib? Tentu, insya Allah, kita semua juga bisa mendapatkan keajaiban dari Allah.

Banyak orang hanya bergantung pada hukum sebab-akibat: jika melakukan A maka mendapatkan B. Padahal dalam Islam, Allah bisa melampaui semua itu. Dalam Islam, keajaiban lebih dahsyat dari sekadar logika sebab-akibat.

Jika seseorang mukmin mendapatkan keajaiban, maka itu disebut ma’unah  pertolongan dari Allah. Contohnya, rumah terbakar tetapi penghuninya selamat tanpa luka; bayi yang tertimbun reruntuhan gempa namun masih hidup. Itu bukan kebetulan. Itu ma’unah.

Islam adalah agama yang mengajarkan pertolongan Allah. Dalam Al-Qur’an surah An-Nashr ayat 1:

"Idzฤ jฤ’a naแนฃrullฤhi wal-fatแธฅ."

"Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan."

Di Barat, keajaiban lahir dari metodologi penelitian: hipotesis, riset, pengujian, dan penemuan  seperti listrik, telepon, gelombang suara, dan lainnya. Namun Islam mengajarkan lebih dari itu. Bukan hanya sekadar metodologi sebab-akibat. Islam mengajarkan keajaiban yang luar biasa  sebagaimana istana Ratu Bilqis yang dipindahkan dalam sekejap, atau makanan yang datang kepada Maryam tanpa sebab yang jelas.

Ayatnya menyebut: "Ketika menginginkan sesuatu, maka Allah cukup katakan 'jadi', maka 'jadilah'." Tidak perlu metodologi penelitian. Ketika Allah berkehendak, semuanya mungkin. Jika seorang hamba dicintai oleh Allah dan Allah menginginkan sesuatu atasnya, maka semuanya akan dimudahkan.

Nabinya ajaib, walinya ajaib, ulamanya ajaib, kitabnya ajaib, Isra’ Mi’raj pun ajaib. Kalau semuanya ajaib, masa umatnya tidak ajaib? Masa hidupnya tidak baik? Masa masih punya amanah yang tidak lunas-lunas? Masa piutang tidak terbayar? Masa proyek tidak datang-datang? Tidak mungkin.

Umat Islam adalah umat yang ajaib. Seluruh kehidupannya akan dimudahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ketika hidup sesuai dengan ajaran Islam, maka yang terjadi adalah kehidupan yang ajaib.

Ustadz Nasrullah memiliki 81 ribu member Magnet Rezeki. Bayangkan jika mereka semua mendapatkan keajaiban dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Masya Allah, akan terjadi ledakan keajaiban luar biasa. Kehidupan akan lebih baik, keinginan lebih mudah terpenuhi, dan semuanya dimudahkan oleh Allah.

Dalam mengejar keajaiban, ada polanya: yaitu masuk ke dalam Goa Keajaiban. Semua keajaiban para nabi dimulai dari proses memasuki goa, dan setiap nabi memiliki goanya masing-masing.

Nabi Nuh, goanya adalah diperintahkan membangun kapal di dataran tanpa air. Nabi Yusuf masuk ke dalam sumur, menjadi budak, lalu dipenjara. Itu adalah goanya. Nabi Yunus masuk ke perut ikan paus. Rasulullah Saw. masuk ke Goa Hira selama 2,5 tahun. Maryam berada di mihrab. Goa tiap nabi berbeda, tetapi polanya sama. Setelah berada di dalam goa, barulah keajaiban terjadi. Kisah para nabi dan wali menjadi kurikulum bagi umat Islam yang menginginkan keajaiban.

Karena itu, Allah mengkhususkan satu surah dalam Al-Qur’an yang berjudul “Goa”, yaitu Surah Al-Kahfi. Surah ini bukan hanya dinamai demikian, tapi juga disunnahkan untuk dibaca setiap malam Jumat. Ini pola berulang bahwa Allah ingin umat Islam memasuki goa.

Dalam Surah Al-Kahfi ayat 16 disebutkan:

"Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam goa itu. Niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusanmu."

Allah menyediakan sesuatu yang berguna bagimuini adalah keajaiban. Jika ingin disediakan oleh Allah, masuklah ke dalam goa. Ashabul Kahfi tidur 300 tahun. Itu ajaib, bukan?


Prinsip Goa:

1. Goa adalah tempat yang sepi dan terasing

   Seperti dialami Nabi Nuh, Nabi Yusuf, Nabi Musa, dan Rasulullah Saw. saat berada dalam goa.

2. Lepas dari hiruk-pikuk dunia

   Tinggalkan sementara urusan dunia dan fokuslah.

3. Puasa berita

   Berhenti mengikuti berita. Fokus pada diri dan hubungan dengan Allah

4. Berfokus

   Ikuti saja proses masuk ke dalam goa. Jangan berharap langsung mendapat keajaiban. Ketika tidak berharap, justru saat itulah kita menyerahkan semuanya kepada Allah.

5. Jiwa tenang

   Seperti Ashabul Kahfi yang tertidur nyenyak. Ketenangan adalah syarat menerima keajaiban.

6. Mengasah gergaji

   Seperti dalam buku “7 Habits” karya Stephen Covey, masuk ke dalam goa seperti mengasah gergaji: semakin sering dilakukan, semakin tajam dan siap digunakan. Demikian pula keajaiban akan lebih mudah tercipta.

Alasan Memasuki Goa:

* Karena terpaksa, misalnya ada persoalan hidup. Maka doanya: "La ilaha illa anta, Subhanaka inni kuntu minaz-zalimin..."

* Karena sengaja, ingin hidup lebih baik meski tidak ada masalah saat ini.


Bentuk-bentuk Goa:

* Majelis ilmu

  Berkumpul tanpa ghibah, hanya untuk menuntut ilmu.

* Semua shalat

  Terutama shalat malam dan shalat sunnah, bisa menjadi goa pribadi.

* Iktikaf di masjid

  Rasulullah Saw. memberi teladan beriktikaf di akhir Ramadhan — inilah bentuk goa ibadah.

* Tadarus Al-Qur’an

  Semakin sering membaca Al-Qur’an, semakin sering Allah hadirkan keajaiban.

* Umrah dan haji

* Waktu dan tempat mustajab

  Seperti saat hujan turun, antara dua khutbah, dan lainnya.


Semoga Allah selalu memberikan kita kekuatan dan keistiqamahan dalam setiap langkah perbaikan. Semoga ilmu yang kita dapatkan dan amalkan menjadi wasilah penghapus dosa, serta mempertemukan kita dengan sahabat-sahabat yang membawa kita ke surga-Nya.

Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.

Sahabatmu,

M. Shofi Alkhoiroda'i CTMR


Komentar

  1. Maturnuwun Ilmunipun pak.Ustadz

    BalasHapus
  2. Sangat bermanfaat.jazakalloh

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustadz...salam ta'dzim๐Ÿ™Alhamdulillah atas ilmu yg turun Ustadz๐Ÿ™siap belajar..siap berlatih karena Allah Ustadz,sehat,mulya ,bahagia sll Ustadz๐Ÿ™๐Ÿ’š๐Ÿคฒ

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah dpt penjerahan, trimakasih pak ust.. nderek ngilmu ๐Ÿ™
    Semoga berkah
    Sehat selalu, lancar rejekinya, bahagia, & makin sukses utk pak ust. Di kabulkan smua Hajatnya. Aamiin.

    BalasHapus

Posting Komentar

Mari saling memancarkan energi berlian dengan saling memberikan doa kebaikan memuliakan dan membahagiakan orang lain

Postingan populer dari blog ini

PERTOLONGAN ALLAH ITU DEKAT

ูŠَู‚ُูˆْู„َ ุงู„ุฑَّุณُูˆْู„ُ ูˆَุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุงٰู…َู†ُูˆْุง ู…َุนَู‡ٗ ู…َุชٰู‰ ู†َุตْุฑُ ุงู„ู„ّٰู‡ِۗ ุงَู„َุงٓ ุงِู†َّ ู†َุตْุฑَ ุงู„ู„ّٰู‡ِ ู‚َุฑِูŠْุจٌ “Berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, ‘Kapankah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (Q.S Al-Baqarah: 214) Ada kalanya hidup terasa tidak nyaman. Ujian datang bertubi-tubi. Doa sudah dipanjatkan, air mata sudah tumpah, namun jalan keluar seakan belum juga tiba. Di titik itulah hati mulai bertanya, “Ya Allah… sampai kapan?” Namun ayat ini datang, seperti pelukan langsung dari Allah. Mengajak kita untuk diam sejenak… lalu bercermin. Kita bukan satu-satunya. Bahkan Rasul dan para sahabat yang paling beriman pun pernah merasakanya ditengah perjuangan, "Kapankah datangnya pertolongan Allah?" Itulah bentuk jujur dari hati yang berharap… bukan karena ragu kepada Allah, tetapi karena dahsyatnya perjuangan. Dan apa jawaban dari langit? "Alaa inna nasrallahi qariib" Ingatlah, sesunggu...

Doa Keajaiban Yang lebih Utama

Dalam hidup, kita sering meminta banyak hal kepada Allah: rezeki yang luas, jalan keluar dari persoalan, ketenangan hati, kesehatan, dan kebahagiaan keluarga. Setiap hajat terasa penting, setiap kebutuhan terasa mendesak. Namun, Rasulullah ๏ทบ justru mengarahkan kita kepada sebuah doa yang paling utama di antara semua doa. “Tidak ada doa yang diucapkan seorang hamba ketika berdoa, yang lebih utama dari: Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu keselamatan di dunia dan akhirat."  (HR. Ibnu Majah) Di antara ribuan permohonan yang berdesakan dalam dada kita, ternyata ada satu permintaan yang menjadi puncak semua permintaan: al-‘afiyah   keselamatan, perlindungan, penjagaan Allah di dunia dan di akhirat. Mengapa doa ini begitu agung? Karena al-‘afiyah meliputi segala kebaikan: Selamat dari maksiat Selamat dari bala dan kejahatan Selamat dari penyakit yang melemahkan Selamat dari kegelisahan dan ketakutan Selamat dari fitnah dunia dan akhirat Al-‘afiyah ad...

ALLAH MENCINTAI ORANG YANG DERMAWAN

Kita sering berdoa meminta rezeki… Tapi pernahkah kita berpikir, bahwa kunci rezeki bisa jadi ada di tangan kita sendiri, lewat memberi? Rasulullah ๏ทบ bersabda: “Orang dermawan dekat dengan Allah, dekat dengan surga, dekat dengan manusia, dan jauh dari neraka. Sedangkan orang pelit sebaliknya. Bahkan orang bodoh yang dermawan lebih dicintai Allah daripada orang alim yang pelit.” (HR. At-Tirmidzi) Kita sadar… Kadang kita menunggu keajaiban datang, tapi tak ingat bahwa keajaiban sering Allah turunkan setelah kita membantu orang lain. Memberi bukan berarti kita berlebih, tapi kita percaya janji Allah: harta yang disedekahkan tidak akan berkurang Hari ini, walau kita sedang butuh rezeki, kita tak mau menahan rezeki Allah Justru di saat tidak lapang, kita ingin tetap memberi… Siapa tahu, itulah pintu yang Allah pakai untuk menurunkan keajaiban-Nya. Sahabatmu M. Shofi Alkhoiroda'i CTMR

Seperti Sedekah Setiap Hari

Pernahkah kita berharap bisa bersedekah setiap hari, tapi terkadang merasa tidak selalu punya uang lebih untuk diberikan? Ternyata, ada jalan lain yang diajarkan Rasulullah ๏ทบ sedekah yang bisa “mengalir otomatis” tanpa kita harus mengeluarkan uang setiap hari. Rasulullah ๏ทบ bersabda: “Barangsiapa yang memberi penangguhan kepada orang yang kesusahan membayar utang, maka baginya setiap hari ada pahala sedekah senilai utang yang ia berikan sebelum utang itu lunas. Jika utang itu belum lunas, lalu dia memberi penangguhan lagi maka baginya setiap hari ada pahala sedekah senilai itu.”(HR. Ahmad) Bayangkan Ada orang yang berhutang pada kita. Ia tidak mudah membayar, sementara kita sebenarnya bisa saja menagih dengan keras. Tapi disaat kita justru lapangkan hati dan berkata: “Tidak apa-apa, insyaAllah nanti kalau sudah ada rezeki, bayarlah" Sejak hari itu, setiap hari, Allah catat pahala sedekah untuk kita. Hari pertama, pahala sedekah. Hari kedua, pahala sedekah. Hari ketiga, pahala sede...

Seminar Magnet Rezeki Online Batch 48

Mengupas Rahasia Menarik Rezeki Dahsyat dengan Cara Allah ๐Ÿ“… Ahad, 24 Agustus 2025 ๐Ÿ•— Pukul 08.00 WIB – Selesai ๐Ÿ“ Live via Zoom ๐ŸŽ™ Bersama:  M. Shofi Alkhoiroda’i, CTMR – Trainer Magnet Rezeki, Penulis & Inspirator ๐Ÿ“ž Pendaftaran: Fanny – 0838 6202 2999 ๐Ÿ’ก Mengapa Anda Harus Bergabung? Di tengah derasnya ujian hidup, banyak orang sudah bekerja keras, berdoa siang dan malam, namun rezeki terasa tertahan. Bukan karena Allah menahan, tetapi karena ada penghalang tak kasat mata yang membuat rezeki itu belum sampai kepada kita. Event ini akan membongkar rahasia menarik rezeki dahsyat sesuai cara Allah  bukan sekadar tips dunia, tetapi kunci pembuka pintu langit. Anda akan diajak memahami bagaimana mengubah mindset , heartset , dan spiritset  agar rezeki mengalir deras, penuh keberkahan, dan menghadirkan ketenangan hidup.  ๐Ÿ‘ฅ Siapa Saja yang Bisa Bergabung? * Pebisnis yang ingin usahanya melesat dengan keberkahan * Karyawan yang ingin naik level rezeki & karier * ...

Hati Bersih, Rezeki Berlimpah, dan Keajaiban Kalamullah

Sahabat surgaku Mungkin selama ini kita sibuk mencari resep rezeki, rahasia sukses, atau cara mendapat keajaiban hidup. Kita coba berbagai metode,  ikut berbagai kelas, bahkan rela begadang demi strategi baru. Tapi pernahkah kita bertanya… Bagaimana kabar hati kita? Utsman bin ‘Affan ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡, seorang khalifah yang dijamin surga dan dikenal sebagai saudagar dermawan, menyampaikan rahasia yang sering kita tak sadari: Rezeki terbesar itu berawal dari hati yang bersih. Kenapa? Karena hati yang bersih akan haus pada Al-Qur’an. Bukan sekadar dibaca, tapi dirindukan, dinikmati, diulang-ulang, dan diresapi. Dan dari situlah, keajaiban hidup mengalir. "Ketika hatimu bersih, maka engkau tidak akan pernah kenyang dari membaca Kalamullah." (Utsman bin ‘Affan ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡) Utsman bin ‘Affan Ra mengajarkan bahwa tanda hati bersih adalah tidak pernah kenyang dari Al-Qur’an. Membaca Al Qur’an itu seperti minum dari mata air jernih setiap tegukan menambah segar hati, menambah jernih piki...

Perbanyak Doa Supaya Dapat Rezeki yang Halal

Kadang kita merasa lelah. Kebutuhan datang silih berganti, sementara jalan rezeki terasa tidak lapang.  Hati mulai gelisah, pikiran mulai resah. Di momen seperti ini, kita ingat satu doa yang rasanya membuat hati menenangkan, sekaligus meneguhkan langkah: ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงูƒْูِู†ِู‰ ุจِุญَู„ุงَู„ِูƒَ ุนَู†ْ ุญَุฑَุงู…ِูƒَ ูˆَุฃَุบْู†ِู†ِู‰ ุจِูَุถْู„ِูƒَ ุนَู…َّู†ْ ุณِูˆَุงูƒَ Ya Allah, cukupkanlah kami dengan yang halal dan jauhkanlah kami dari yang haram, dan cukupkanlah kami dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu. (HR. Tirmidzi) Doa ini seolah berbicara langsung pada hati: "Jangan takut kekurangan. Tak perlu memaksa diri mengambil jalan yang tak diridhoi. Allah mampu mencukupkan, bahkan dari arah yang tak terduga." Ternyata, yang kita butuhkan bukan hanya cukup harta…  tapi cukup hati . Hati yang yakin bahwa rezeki yang sedikit tapi halal lebih menenangkan daripada yang banyak tapi mengundang murka Allah. Maka hari ini, kita mau mengingatkan diri kita sendiri: Tetaplah di jalan halal, sebegitu tid...