يَقُوْلَ الرَّسُوْلُ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ مَتٰى نَصْرُ اللّٰهِۗ اَلَآ اِنَّ نَصْرَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ
“Berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, ‘Kapankah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.”
(Q.S Al-Baqarah: 214)
Ada kalanya hidup terasa tidak nyaman.
Ujian datang bertubi-tubi. Doa sudah dipanjatkan, air mata sudah tumpah, namun jalan keluar seakan belum juga tiba. Di titik itulah hati mulai bertanya, “Ya Allah… sampai kapan?”
Namun ayat ini datang, seperti pelukan langsung dari Allah.
Mengajak kita untuk diam sejenak… lalu bercermin.
Kita bukan satu-satunya.
Bahkan Rasul dan para sahabat yang paling beriman pun pernah merasakanya ditengah perjuangan,
"Kapankah datangnya pertolongan Allah?"
Itulah bentuk jujur dari hati yang berharap…
bukan karena ragu kepada Allah,
tetapi karena dahsyatnya perjuangan.
Dan apa jawaban dari langit?
"Alaa inna nasrallahi qariib"
Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.
Mungkin bukan segera, tapi pasti.
Allah selalu ontime.
Tapi kadang kita yang terlalu terburu-buru.
Kita ingin langsung sembuh,
langsung lunas,
langsung selesai…
padahal Allah sedang ingin mendidik hati kita.
Sebab, terkadang yang Allah ingin bantu bukan hanya persoalan kita
tapi hati kita.
Diperbaiki lewat sabar.
Disucikan lewat ujian.
Dikuatkan lewat kehilangan.
Apa yang harus kita lakukan?
Bukan hanya menunggu pertolongan,
tapi terus bergerak menuju-Nya.
Karena pertolongan Allah bukan untuk yang hanya diam dan mengeluh,
tapi untuk yang terus bergerak walau dengan air mata.
Boleh kita merasakan tidak nyaman,
asal tidak menyerah.
Boleh kita bingung,
asal tidak berhenti berharap.
Boleh kita menangis,
asal tetap yakin bahwa Allah mendengar.
Hari ini, mari kita lihat lagi ke dalam diri:
Apakah selama ini kita terlalu sibuk memikirkan “kapan pertolongan datang”…
hingga tak lagi ingat bahwa Allah ingin kita fokus pada siapa yang kita tuju?
Karena bila Allah yang kita tuju,
maka pertolongan itu bukan soal waktu…
tapi soal kedekatan.
Dan Dia sudah berjanji:
Pertolongan-Nya amat dekat.
Jika tulisan ini dirasakan menyentuh hati,
maka itu bukan karena tulisannya,
tapi karena hatimu sedang rindu pada Allah.
Teruslah bercermin,
karena kadang… di dalam cermin itu,
kita bisa melihat betapa dekatnya Allah yang selama ini kita cari
Sahabatmu
M. Shofi Alkhoiroda'i CTMR


Materi yg luar biasa ustdz Terima kasih bimbingan nya
BalasHapus