Wahai diri… janganlah engkau risau berlebihan. Jangan sampai engkau berlari mengejar dunia hingga tak lagi ingat kampung akhirat.
Karena rezeki itu pasti menghampiri, tapi keberkahan rezeki hanya singgah pada hati yang bersyukur.
Maka, syukurilah yang sedikit, karena dengan syukur Allah akan menambahnya.
Jangan terjebak dalam kegelisahan “belum dapat ini, belum punya itu”, sebab setiap hari sejatinya kita sudah ditemani rezeki Allah yang luar biasa.
Rasulullah ๏ทบ telah menenangkan hati kita dengan sabdanya:
“Sesungguhnya seseorang itu lebih banyak dikejar oleh rezekinya daripada dikejar oleh ajalnya.”
(HR. Ibnu Hibban)
Subhanallah… betapa dalam makna hadits ini. Ternyata, rezeki bukan sesuatu yang harus kita kejar mati-matian sampai kehilangan jiwa. Justru kitalah yang sedang dikejar oleh rezeki.
Ajal itu pasti menjemput, tapi rezeki bahkan lebih cepat mengejar kita. Sebelum ajal tiba, semua rezeki yang sudah ditulis Allah untuk kita pasti akan datang. Tidak ada yang mampu menghalangi, tidak ada yang bisa merebutnya.
Kadang kita sibuk mencari, padahal yang harus kita lakukan bukanlah cemas mengejar, tapi tenang menjemput dengan ikhtiar dan tawakkal.
Bukankah burung keluar dari sarangnya dalam keadaan lapar lalu pulang dalam keadaan kenyang? (HR. Tirmidzi).
Rezeki mereka sudah dijamin. Apalagi manusia yang dimuliakan Allah.
Tugas kita hanyalah memperbaiki jalan agar rezeki yang datang itu menjadi berkah, halal, dan mendekatkan kita kepada Allah.
Maka tenanglah wahai hati…
Selama masih ada nafas, berarti masih ada rezeki yang akan menghampiri.
Dan selama ada Allah di hati, maka setiap rezeki akan terasa indah, meski sederhana.
Sahabatmu
M. Shofi Alkhoiroda'i CTMR
.jpg)

Komentar
Posting Komentar
Mari saling memancarkan energi berlian dengan saling memberikan doa kebaikan memuliakan dan membahagiakan orang lain