Kadang kita terlalu sibuk meminta tambahan rezeki, tapi tidak ingat mensyukuri rezeki yang sudah ada. Padahal Allah memberi resep yang sangat jelas dalam Al-Qur’an: makanlah yang halal lagi baik, lalu syukurilah nikmat Allah jika benar kita hanya menyembah-Nya.
Syukur itu bukan sekadar mengucap “Alhamdulillah”, tapi menyadari setiap nikmat, menjaganya dari maksiat, menggunakannya untuk kebaikan, dan tidak mengeluh saat nikmat terasa sedikit. Karena siapa yang bersyukur, Allah janjikan akan menambah (QS. Ibrahim:7).
Dan ketika tambahan itu datang dari Allah, sering kali ia hadir dalam bentuk keajaiban rezeki mengalir dari arah yang tak pernah kita sangka.
Maka jika kita ingin melihat pintu-pintu rezeki terbuka lebar, mulailah dengan bersyukur dari hal-hal kecil: napas yang kita hirup, makanan yang kita santap, tubuh yang sehat, hati yang beriman. Jadikan setiap kunyahan makanan halal yang kita nikmati sebagai zikir syukur, setiap rupiah yang kita pegang sebagai sarana kebaikan.
Syukur bukan menunggu kaya untuk berterima kasih, tapi berterima kasih sehingga Allah menjadikan kita kaya kaya hati, kaya nikmat, dan kaya rezeki.
Sahabatmu,
M Shofi Alkhoiroda'i CTMR


Komentar
Posting Komentar
Mari saling memancarkan energi berlian dengan saling memberikan doa kebaikan memuliakan dan membahagiakan orang lain