Ada sabda Nabi ๏ทบ yang selalu membuat hati saya bergetar:
"Hendaknya salah seorang dari kalian memiliki harta simpanan berupa hati yang bersyukur, lisan yang berdzikir, dan pasangan mukmin yang menolong salah seorang dari kalian dalam urusan akhiratnya." (HR. Ibnu Majah)
Ternyata, harta yang paling berharga bukanlah emas yang ditimbun, bukan pula dunia yang dipamerkan. Tetapi harta yang menenteramkan jiwa, menuntun langkah, dan menyelamatkan akhirat.
Sering kali saya sibuk menghitung kekurangan, sampai tak ingat melihat betapa luas nikmat yang sudah Allah limpahkan.
Hati yang bersyukur menjadikan yang tidak banyak terasa cukup, yang cukup menjadi lapang, dan yang lapang terasa tak bertepi. Di situlah rezeki yang sejati mengalir.
Betapa mudah lisan ini mengeluh, menggerutu, bahkan menyakiti. Padahal, lisan yang basah dengan dzikir adalah kunci ketenangan.
Satu kalimat dzikir mampu melapangkan dada, melembutkan hati, dan membuka pintu keberkahan yang tak bisa dibeli dengan harta.
Dan di antara karunia terbesar adalah ketika Allah menghadiahkan pasangan yang beriman.
Ia bukan hanya teman berbagi suka dan duka, tapi penolong dalam taat, sahabat dalam sabar, dan penuntun dalam perjalanan menuju surga.
Wahai diri
Mungkin selama ini diri kni terlalu sibuk mengejar harta yang fana, hingga melupakan tiga harta yang abadi.
Ya Allah, jadikan hatiku selalu bersyukur, lisanku selalu berdzikir, dan keluargaku selalu Engkau jaga dalam iman.
Sebab dengan tiga harta ini, hidup bukan hanya terasa cukup tapi penuh keajaiban rezeki dan tenang di jalan menuju-Mu.
Sahabatmu
M Shofi Alkhoiroda'i CTMR


Subhanallah ... Terima kasih pak ustad, atas tausyiahnya, bagus banget,
BalasHapusbarokallah semoga bermanfaat
Hapus