Panjang umur saja tidak cukup, jika tidak dibarengi dengan baiknya amal.
Ketika usia bertambah, apa yang sebenarnya bertambah?
Usia yang bertambah seharusnya membuat kita semakin:
- rendah hati, bukan mudah menghakimi
- bijak, bukan mudah tersulut emosi
- dekat dengan Allah, bukan makin jauh dari sajadah
- ringan membantu, bukan sibuk menuntut dipahami
Namun jujur pada diri sendiri,
seringkali yang bertambah justru:
- keluhan
- luka yang belum sembuh
- ambisi dunia
- dan kelelahan hati
Maka pertanyaannya bukan lagi “sudah berapa umurku?”,
melainkan “sudah seberapa bernilai umurku di hadapan Allah?”
Usia yang berkah bukan tentang:
- seberapa sibuk jadwal kita
- seberapa tinggi jabatan kita
- seberapa banyak yang mengenal nama kita
Tetapi tentang:
- seberapa sering kita kembali kepada Allah
- seberapa banyak kebaikan yang tumbuh dari keberadaan kita
- seberapa ringan orang lain terbantu karena kita hidup
- Bisa jadi umur kita tidak panjang menurut hitungan manusia,
- namun penuh makna menurut catatan langit.
Wahai diri,
jika Allah masih memberi usia hari ini:
gunakan untuk memperbaiki niat
gunakan untuk melunakkan hati
gunakan untuk menutup dosa dengan taubat
gunakan untuk memperbanyak amal yang sunyi namun dicintai Ilahi
Karena kelak,
yang ditanya bukan berapa lama kita hidup,
tetapi untuk apa hidup itu dihabiskan.
Semoga Allah menjadikan sisa usia ini
usia yang bersih dari kesia-siaan,
usia yang tumbuh dalam ketaatan,
dan usia yang berakhir dalam husnul khatimah.
Aamiin.
Sahabatmu,
M. Shofi Alkhoiroda'i CTMR

Terimakasih ustads atas ilmunya
BalasHapus